SELAMAT DATANG DAN TERIMA KASIH TELAH MENGUNJUNGI WEBSITE KAMI

Kamis, 26 April 2012

The G.O.A.T (The Greatest Of All Time)

Apakah anda sekalian sudah mengetahui apa itu G.O.A.T?
"the Greatest Of All Time"

Banyak dari kita yang belum tahu istilah ini, karena bagi penggemar MotoGP yang masih muda (saya juga ikut) belum begitu mengetahui bagaimana hebatnya Eddie Lawson, Robert, Spencer, Mick Doohan. Apalagi bagaimana serunya perseturuan Agostini dengan Hailwood.

Jika kita memilih sekarang, sebagian besar pasti memilih pembalap jaman sekarang (saya tetap Valentino Rossi, :p). Tapi bagi mereka yang paham akan persaingan panas balapan roda dua ini akan sedikit sulit untuk memilih siapa yang pantas menyandang GOAT.

Selebrasi-selebrasi juga termasuk kategori ini, karena dengan selebrasi kemenangan yang unik akan menarik para penontong MotoGP ini.



Namun bagaimanapun juga Valentino Rossi tetap menjadi favorit. Terbukti di Spanyol Valentino Rossi tetap menjadi pembalap favorit nomor 1, bukan Pedrosa atau Lorenzo yang merupakan pembalap asli Spanyol.

Padahal pada tahun 2012, Spanyol telah menjadi bangsa terkemuka bagi balapan motor, setelah sebelumnya didominasi Italia dan Inggris. Di Qatar pembalap Spanyol memenangkan podium dan mengambil lima dari sembilan tempat podium. Pada tahun 2010 pembalap Spanyol selesai pertama dan kedua dalam ketiga kelas GP (125cc,Moto2,MotoGP)! Saat ini Spanyol adalah satu-satunya negara yang penggemar sebenarnya berharap untuk memiliki peluang bagus untuk memenangi seluruh tiga kelas - itu disebut "triplete" dalam bahasa Spanyol. Tapi pembalap paling populer di Spanyol lagi-lagi masih Valentino Rossi.



Tapi apakah Rossi adalah The GOAT?

Beberapa hari yang lalu, dalam sebuah wawancara TV, diterjemahkan dan diposting di GPone.com. Rossi tampil seolah-olah dia hanya seorang pria TV dengan setelan jas, mewawancarai ayah sendiri, mantan pembalap GP Graziano Rossi, tentang masalah anaknya (sendiri) pada masa depan. Graziano berpendapat bahwa Vale akan ada untuk MotoGP sekitar 4 atau 5 tahun, menang dengan Ducati di MotoGP dan kemudian dia pergi ke Superbike memiliki final dengan Max Biaggi. (Tetapi berarti Max Biaggi akan berumur 45 pada waktu itu)

Rossi selalu membuat perbedaan dan jiwa entertaintnya sangat besar, sehingga Rossi mempunyai kemampuan untuk membuat penggemarnya selalu tersenyum.

Dari sinilah Denis Noyes menyimpulkan apakah Rossi pantas atau tidak untuk mendapatkan gelar "The GOAT".


Jadi, dari rekor demi rekor, dari sinilah Rossi berdiri dengan menyandang the GOAT.

GP World Championship Titles in All Classes (1949 to Present)

1.Giacomo Agostini 15
2. Ángel Nieto 13
3. Mike Hailwood 9
Valentino Rossi 9
Carlo Ubbiali 9
6. John Surtees 7
Phil Read 7
8. Geoff Duke 6
Jim Redman 6
10. Mick Doohan 5
Anton Mang 5
Komentar yang satu ini mungkin tidak akan pernah terlontar kecuali pengendara dapat memulai balapan di lebih dari satu kelas per musim. Ditanya mengenai apakah ia akan mempertimbangkan balap di Moto2
Rossi berkata, "Aku akan setidaknya berpikir tentang balap MotoGP dan 250cc di musim yang sama, tetapi Moto2 adalah gila!"


Total Wins in All GP Classes (1949 to Present)

1. Giacomo Agostini 122
2. Valentino Rossi 105
3. Ángel Nieto 90
4.Mike Hailwood 76
5. Mick Doohan 54
6. Phil Read 52
7. Jim Redman 45
8. Max Biaggi 42
Toni Mang 42
10.Casey Stoner 40
11. Jorge Lorenzo 39
Carlo Ubbiali 39
13. John Surtees 38
Dani Pedrosa 38
15. Jorge Martinez 37
16. Luca Cadalora 34
17. Geoff Duke 33
18. Eddie Lawson 31
Kork Ballington 31
20. Luigi Taveri 30
Rekor ini kelihatan masih akan berubah saat Rossi meraih kemenangan dengan Yamaha. Namun sekarang sepertinya 122 kemenangan Agostini (350cc dan 500cc) masih akan berdiri untuk waktu yang lebih lama. Dahulu musim sangat panjang, ada lebih dari 24 seri. Namun, sekarang musim lebih singkat. Dengan 18 seri musim, pembalap seperti Stoner atau Lorenzo mungkin memiliki kesempatan, tetapi tetap tidak mungkin.


Premier Class Wins (1949 to Present)

1.*Valentino Rossi 79
2. Giacomo Agostini 68
3. Mick Doohan 54
4. Mike Hailwood 37
5. *Casey Stoner 33
6. Eddie Lawson 31
7. Kevin Schwantz 25
8. Wayne Rainey 24
9. Geoff Duke 22
John Surtees 22
Kenny Roberts 22
12.Freddie Spencer 20
13.Barry Sheene 19
14. Wayne Gardner 18
* Jorge Lorenzo 18
16. Álex Crivillé 15
*Dani Pedrosa 15
18. Max Biaggi 13
Randy Mamola 13
20 Phil Read 11
*Rider currently active in MotoGP

Saat itu, Doohan tampaknya menuju rekor Ago sampai kecelakaan di Jerez pada tahun 1999. Rossi cukup mudah dengan Honda di awal dan rekor Ago mungkin akan terpecahkan lebih awal jika Rossi tidak beralih ke Yamaha. Sekarang memenangkan sejumlah 80 seri terlihat sangat sulit. Pembalap saat ini, Stoner dan Lorenzo adalah yang paling mungkin untuk menantang rekor Rossi, tetapi itu berarti bahwa satu atau yang pembalap lain harus kalah.


Premier Class (500cc, MotoGP) “Batting Averages”

Winning Percentage All Time (1949 to Present)

1 John Surtees 64.7% (22 of 34)
2 Giacomo Agostini 57.1% (68 of 119)
3 Mike Hailwood 56.9% (37 of 65)
4 Geoff Duke 40.0% (22 of 55)
5 Valentino Rossi 39.7% (79 of 199)
6 Mick Doohan 39.4% (54 of 137)
7 Gary Hocking 38.1% (8 of 21)
8 Kenny Roberts (Snr) 37.9% (22 of 58)
9 Casey Stoner 32.7% (33 of 101)
10 Freddie Spencer 32.3% (20 of 62)

Surtees dan Hocking tidak bisa memang menjadi patokan tapi persentase kemenangan 's Long John' dari 64,7% tidak akan terpecahkan oleh siapa pun sampai hari ini.


Winning Percentage (“Modern Era” 1976 to Present)

1 Valentino Rossi 39.7% (79 of 199)
2 Mick Doohan 39.4% (54 of 137)
3 Kenny Roberts (Snr) 37.9% (22 of 58)
4 Casey Stoner 32.7% (33 of 101)
5 Freddie Spencer 32.3% (20 of 62)
6 Wayne Rainey 28.9% (24 of 83)
7 Jorge Lorenzo 26.5% (18 of 68)
8 Eddie Lawson 24.4% (31 of 127)
9 Kevin Schwantz 24.0% (25 of 104)
10 Barry Sheene 19.4% (19 of 98)

Secara singkat Rossi adalah satu-satunya pembalap terdepan di antara pengendara modern, tapi sejak pindah ke Ducati, performanya telah merosot. Jika dia tidak menang di salah satu dari dua balapan berikutnya, ia akan jatuh di belakang Doohan dalam tabel persentase. Kemungkinan berikutnya bisa Stoner. Sebuah sepeda kompetitif bisa menempatkan Rossi kembali di bagian atas dengan cepat, tapi itu tidak mungkin terjadi tahun ini dan akan lebih sulit dicapai jika dia tidak mendapatkan kemenangan selama 18 seri


All Time Podium Appearance Percentage (1949 to Present)

1 Wayne Rainey 77.1% (64 of 83)
2 Giacomo Agostini 73.9% (88 of 119)
3 Mike Hailwood 73.8% (48 of 65)
4 John Surtees 70.6% (24 of 34)
5 Valentino Rossi 69.8% (139 of 199)
6 Mick Doohan 69.3% (95 of 137)
7 Kenny Roberts (Snr) 67.2% (39 of 58)
8 Jorge Lorenzo 66.2% (45 of 68)
9 Phil Read 64.2% (34 of 53)
10 Eddie Lawson 61.4% (78 of 127)

Sebenarnya Valentino Rossi masih memiliki total start yang lebih banyak, namun tetap berada di peringkat 5 besar. Good. :)

Podium Appearance Percentage (“Modern Era” 1976 to Present)

1 Wayne Rainey 77.1% (64 of 83)
2 Valentino Rossi 69.8% (139 of 199)
3 Mick Doohan 69.3% (95 of 137)
4 Kenny Roberts (Snr) 67.2% (39 of 58)
5 Jorge Lorenzo 66.2% (45 of 68)
6 Eddie Lawson 61.4% (78 of 127)
7 Casey Stoner 59.4% (60 of 101)
8 Dani Pedrosa 57.6% (57 of 99)
9 Wayne Gardner 51.0% (52 of 102)
10 Freddie Spencer 50% (31 of 62)
Pat Hennen 50% (12 of 24)

Jika Rossi tidak segera bersaing di baris terdepan, rekor ini pasti akan berdiri dalam waktu yang sangat lama. Lorenzo, Pedrosa, Stoner, mereka belum berjalan sejauh Rossi berjalan salam ini, perjalanan mereka masih sangat panjang, apapun bisa terjadi. :)



Menurut saya, rekor-rekor tersebut sudah cukup berbicara siapa The GOAT? :)
Teriakan jawaban kalian. :)



Tidak ada komentar:

Posting Komentar