Valentino Rossi GO 46 (VIRGO46)
Valentino Rossi Fans Page Indonesia
Selasa, 10 Juli 2012
Rossi : Kalau Stoner tidak jatuh, Saya tetap nomor 6
SACHSENRING, GERMANY
Balapan Sachsenring kemarin, Rossi berjuang hingga akhir untuk mendapatkan posisi ke 6, setelah Rossi mencoba bersabar di urutan 8,9,10. Setelah Stoner terjatuh, otomatis Rossi naik 1 peringkat ke posisi 6. Namun Rossi mempunyai komentar berbeda tentang urutannya saat finish kemarin.
“Balapan hari ini sedikit lebih baik. Akhir pekan ini, kami fokus membuat setup seperti yang kami gunakan di Barcelona dan Estoril, dengan tujuan meminimalisir masalah pada ban belakang,”
“Meski kenyataannya, kami tak punya banyak waktu untuk mencobanya di lintasan kering, namun hasilnya cukup efektif. Settup ini membuat saya bisa menjaga konsistensi kecepatan hingga akhir balapan,”
“Saya merasa tidak punya cukup kecepatan untuk meninggalkan rombongan, jadi saya bersabar dan menunggu waktu yang tepat untuk menyerang. Dan pada akhir-akhir balapan, saya hampir mampu melewati mereka semua,”
“Saya juga mencoba keras dengan Bradl. Namun, saat saya hampir melewatinya, bendera kuning dikibarkan karena Stoner terjatuh. Saya pun terpaksa mengendurkan gas, meski saya merasa bisa melewatinya (Bradl),”
“Finis di urutan enam merupakan hasil terbaik kami di lintasan kering, jadi kami akan terus mempertahankan setup ini. Gap dengan Honda memang masih sangat besar, tapi dengan Yamaha, hari ini cukup dekat. Yang utama adalah, saya kini bisa mempertahankan kecepatan hingga akhir,” tutupnya.
Label:
Audi,
Ducati,
Fans,
Germany,
Honda,
Jerez,
Lorenzo,
Marshall,
MotoGP,
Rossi,
Sachsenring,
Stoner,
SuperBike,
The Doctor,
Valentino Rossi,
Wawancara,
WSBK
Marshall Kembali Menjadi Sasaran
Fenomena Marshall kembali mendapat sorotan media, setelah komentar pedas Stoner setelah balapan kemarin.
"Sangat mengecewakan, para marshal tidak mau membantuku untuk menunggangi sepeda motorku dan kembali ke lintasan. Padahal, mereka mau membantu para pembalap lain untuk bangkit setelah terjatuh dari motor mereka," curhat Stoner.
Ini bukan pertama kali Stoner mengungkapkan kekesalannya kepada marshall, musim lalu tepatnya saat race di Le Mans, Stoner juga dibuat cemburu karena Marshall lebih memilih menolong Valentino Rossi dahulu sebelum menolong dirinya.
Sebelum kejadian kemarin, marshall juga menjadi pelampiasan nafsu Jorge Lorenzo yang kecewa di bawa jatuh oleh Bautista pada seri sebelumnya. Tanpa berkata apa-apa Lorenzo langsung melemparkan sarung tangannya ke tubuh marshall.
Jika kita kilas baik, dan andai saja mereka mencontoh kepada senior Valentino Rossi yang begitu dekat dengan para marshall. Karena marshall dan pembalap sejatinya harus bekerja sama dengan baik. Kenapa? ya karena siapa lagi yang akan menolong para pembalap ketika terjatuh. :)
"Sangat mengecewakan, para marshal tidak mau membantuku untuk menunggangi sepeda motorku dan kembali ke lintasan. Padahal, mereka mau membantu para pembalap lain untuk bangkit setelah terjatuh dari motor mereka," curhat Stoner.
Ini bukan pertama kali Stoner mengungkapkan kekesalannya kepada marshall, musim lalu tepatnya saat race di Le Mans, Stoner juga dibuat cemburu karena Marshall lebih memilih menolong Valentino Rossi dahulu sebelum menolong dirinya.
Sebelum kejadian kemarin, marshall juga menjadi pelampiasan nafsu Jorge Lorenzo yang kecewa di bawa jatuh oleh Bautista pada seri sebelumnya. Tanpa berkata apa-apa Lorenzo langsung melemparkan sarung tangannya ke tubuh marshall.
Jika kita kilas baik, dan andai saja mereka mencontoh kepada senior Valentino Rossi yang begitu dekat dengan para marshall. Karena marshall dan pembalap sejatinya harus bekerja sama dengan baik. Kenapa? ya karena siapa lagi yang akan menolong para pembalap ketika terjatuh. :)
Label:
Audi,
Casey Stoner,
Ducati,
Fans,
Honda,
Lorenzo,
Marshall,
MotoGP,
Rossi,
Stoner,
SuperBike,
The Doctor,
Valentino Rossi,
WSBK
Kamis, 26 April 2012
The G.O.A.T (The Greatest Of All Time)
Apakah anda sekalian sudah mengetahui apa itu G.O.A.T?
"the Greatest Of All Time"
Banyak dari kita yang belum tahu istilah ini, karena bagi penggemar MotoGP yang masih muda (saya juga ikut) belum begitu mengetahui bagaimana hebatnya Eddie Lawson, Robert, Spencer, Mick Doohan. Apalagi bagaimana serunya perseturuan Agostini dengan Hailwood.
Jika kita memilih sekarang, sebagian besar pasti memilih pembalap jaman sekarang (saya tetap Valentino Rossi, :p). Tapi bagi mereka yang paham akan persaingan panas balapan roda dua ini akan sedikit sulit untuk memilih siapa yang pantas menyandang GOAT.
Selebrasi-selebrasi juga termasuk kategori ini, karena dengan selebrasi kemenangan yang unik akan menarik para penontong MotoGP ini.
"the Greatest Of All Time"
Banyak dari kita yang belum tahu istilah ini, karena bagi penggemar MotoGP yang masih muda (saya juga ikut) belum begitu mengetahui bagaimana hebatnya Eddie Lawson, Robert, Spencer, Mick Doohan. Apalagi bagaimana serunya perseturuan Agostini dengan Hailwood.
Jika kita memilih sekarang, sebagian besar pasti memilih pembalap jaman sekarang (saya tetap Valentino Rossi, :p). Tapi bagi mereka yang paham akan persaingan panas balapan roda dua ini akan sedikit sulit untuk memilih siapa yang pantas menyandang GOAT.
Selebrasi-selebrasi juga termasuk kategori ini, karena dengan selebrasi kemenangan yang unik akan menarik para penontong MotoGP ini.
Namun bagaimanapun juga Valentino Rossi tetap menjadi favorit. Terbukti di Spanyol Valentino Rossi tetap menjadi pembalap favorit nomor 1, bukan Pedrosa atau Lorenzo yang merupakan pembalap asli Spanyol.
Padahal pada tahun 2012, Spanyol telah menjadi bangsa terkemuka bagi balapan motor, setelah sebelumnya didominasi Italia dan Inggris. Di Qatar pembalap Spanyol memenangkan podium dan mengambil lima dari sembilan tempat podium. Pada tahun 2010 pembalap Spanyol selesai pertama dan kedua dalam ketiga kelas GP (125cc,Moto2,MotoGP)! Saat ini Spanyol adalah satu-satunya negara yang penggemar sebenarnya berharap untuk memiliki peluang bagus untuk memenangi seluruh tiga kelas - itu disebut "triplete" dalam bahasa Spanyol. Tapi pembalap paling populer di Spanyol lagi-lagi masih Valentino Rossi.
Padahal pada tahun 2012, Spanyol telah menjadi bangsa terkemuka bagi balapan motor, setelah sebelumnya didominasi Italia dan Inggris. Di Qatar pembalap Spanyol memenangkan podium dan mengambil lima dari sembilan tempat podium. Pada tahun 2010 pembalap Spanyol selesai pertama dan kedua dalam ketiga kelas GP (125cc,Moto2,MotoGP)! Saat ini Spanyol adalah satu-satunya negara yang penggemar sebenarnya berharap untuk memiliki peluang bagus untuk memenangi seluruh tiga kelas - itu disebut "triplete" dalam bahasa Spanyol. Tapi pembalap paling populer di Spanyol lagi-lagi masih Valentino Rossi.
Tapi apakah Rossi adalah The GOAT?
Beberapa hari yang lalu, dalam sebuah wawancara TV, diterjemahkan dan diposting di GPone.com. Rossi tampil seolah-olah dia hanya seorang pria TV dengan setelan jas, mewawancarai ayah sendiri, mantan pembalap GP Graziano Rossi, tentang masalah anaknya (sendiri) pada masa depan. Graziano berpendapat bahwa Vale akan ada untuk MotoGP sekitar 4 atau 5 tahun, menang dengan Ducati di MotoGP dan kemudian dia pergi ke Superbike memiliki final dengan Max Biaggi. (Tetapi berarti Max Biaggi akan berumur 45 pada waktu itu)
Rossi selalu membuat perbedaan dan jiwa entertaintnya sangat besar, sehingga Rossi mempunyai kemampuan untuk membuat penggemarnya selalu tersenyum.
Dari sinilah Denis Noyes menyimpulkan apakah Rossi pantas atau tidak untuk mendapatkan gelar "The GOAT".
Beberapa hari yang lalu, dalam sebuah wawancara TV, diterjemahkan dan diposting di GPone.com. Rossi tampil seolah-olah dia hanya seorang pria TV dengan setelan jas, mewawancarai ayah sendiri, mantan pembalap GP Graziano Rossi, tentang masalah anaknya (sendiri) pada masa depan. Graziano berpendapat bahwa Vale akan ada untuk MotoGP sekitar 4 atau 5 tahun, menang dengan Ducati di MotoGP dan kemudian dia pergi ke Superbike memiliki final dengan Max Biaggi. (Tetapi berarti Max Biaggi akan berumur 45 pada waktu itu)
Rossi selalu membuat perbedaan dan jiwa entertaintnya sangat besar, sehingga Rossi mempunyai kemampuan untuk membuat penggemarnya selalu tersenyum.
Dari sinilah Denis Noyes menyimpulkan apakah Rossi pantas atau tidak untuk mendapatkan gelar "The GOAT".
Jadi, dari rekor demi rekor, dari sinilah Rossi berdiri dengan menyandang the GOAT.
GP World Championship Titles in All Classes (1949 to Present)
1.Giacomo Agostini 15
2. Ángel Nieto 13
3. Mike Hailwood 9
Valentino Rossi 9
Carlo Ubbiali 9
6. John Surtees 7
Phil Read 7
8. Geoff Duke 6
Jim Redman 6
10. Mick Doohan 5
Anton Mang 5
GP World Championship Titles in All Classes (1949 to Present)
1.Giacomo Agostini 15
2. Ángel Nieto 13
3. Mike Hailwood 9
Valentino Rossi 9
Carlo Ubbiali 9
6. John Surtees 7
Phil Read 7
8. Geoff Duke 6
Jim Redman 6
10. Mick Doohan 5
Anton Mang 5
Komentar yang satu ini mungkin tidak akan pernah terlontar kecuali pengendara dapat memulai balapan di lebih dari satu kelas per musim. Ditanya mengenai apakah ia akan mempertimbangkan balap di Moto2
Rossi berkata, "Aku akan setidaknya berpikir tentang balap MotoGP dan 250cc di musim yang sama, tetapi Moto2 adalah gila!"
Rossi berkata, "Aku akan setidaknya berpikir tentang balap MotoGP dan 250cc di musim yang sama, tetapi Moto2 adalah gila!"
Total Wins in All GP Classes (1949 to Present)
1. Giacomo Agostini 122
2. Valentino Rossi 105
3. Ángel Nieto 90
4.Mike Hailwood 76
5. Mick Doohan 54
6. Phil Read 52
7. Jim Redman 45
8. Max Biaggi 42
Toni Mang 42
10.Casey Stoner 40
11. Jorge Lorenzo 39
Carlo Ubbiali 39
13. John Surtees 38
Dani Pedrosa 38
15. Jorge Martinez 37
16. Luca Cadalora 34
17. Geoff Duke 33
18. Eddie Lawson 31
Kork Ballington 31
20. Luigi Taveri 30
1. Giacomo Agostini 122
2. Valentino Rossi 105
3. Ángel Nieto 90
4.Mike Hailwood 76
5. Mick Doohan 54
6. Phil Read 52
7. Jim Redman 45
8. Max Biaggi 42
Toni Mang 42
10.Casey Stoner 40
11. Jorge Lorenzo 39
Carlo Ubbiali 39
13. John Surtees 38
Dani Pedrosa 38
15. Jorge Martinez 37
16. Luca Cadalora 34
17. Geoff Duke 33
18. Eddie Lawson 31
Kork Ballington 31
20. Luigi Taveri 30
Rekor ini kelihatan masih akan berubah saat Rossi meraih kemenangan dengan Yamaha. Namun sekarang sepertinya 122 kemenangan Agostini (350cc dan 500cc) masih akan berdiri untuk waktu yang lebih lama. Dahulu musim sangat panjang, ada lebih dari 24 seri. Namun, sekarang musim lebih singkat. Dengan 18 seri musim, pembalap seperti Stoner atau Lorenzo mungkin memiliki kesempatan, tetapi tetap tidak mungkin.
Premier Class Wins (1949 to Present)
1.*Valentino Rossi 79
2. Giacomo Agostini 68
3. Mick Doohan 54
4. Mike Hailwood 37
5. *Casey Stoner 33
6. Eddie Lawson 31
7. Kevin Schwantz 25
8. Wayne Rainey 24
9. Geoff Duke 22
John Surtees 22
Kenny Roberts 22
12.Freddie Spencer 20
13.Barry Sheene 19
14. Wayne Gardner 18
* Jorge Lorenzo 18
16. Álex Crivillé 15
*Dani Pedrosa 15
18. Max Biaggi 13
Randy Mamola 13
20 Phil Read 11
*Rider currently active in MotoGP
Saat itu, Doohan tampaknya menuju rekor Ago sampai kecelakaan di Jerez pada tahun 1999. Rossi cukup mudah dengan Honda di awal dan rekor Ago mungkin akan terpecahkan lebih awal jika Rossi tidak beralih ke Yamaha. Sekarang memenangkan sejumlah 80 seri terlihat sangat sulit. Pembalap saat ini, Stoner dan Lorenzo adalah yang paling mungkin untuk menantang rekor Rossi, tetapi itu berarti bahwa satu atau yang pembalap lain harus kalah.
1.*Valentino Rossi 79
2. Giacomo Agostini 68
3. Mick Doohan 54
4. Mike Hailwood 37
5. *Casey Stoner 33
6. Eddie Lawson 31
7. Kevin Schwantz 25
8. Wayne Rainey 24
9. Geoff Duke 22
John Surtees 22
Kenny Roberts 22
12.Freddie Spencer 20
13.Barry Sheene 19
14. Wayne Gardner 18
* Jorge Lorenzo 18
16. Álex Crivillé 15
*Dani Pedrosa 15
18. Max Biaggi 13
Randy Mamola 13
20 Phil Read 11
*Rider currently active in MotoGP
Saat itu, Doohan tampaknya menuju rekor Ago sampai kecelakaan di Jerez pada tahun 1999. Rossi cukup mudah dengan Honda di awal dan rekor Ago mungkin akan terpecahkan lebih awal jika Rossi tidak beralih ke Yamaha. Sekarang memenangkan sejumlah 80 seri terlihat sangat sulit. Pembalap saat ini, Stoner dan Lorenzo adalah yang paling mungkin untuk menantang rekor Rossi, tetapi itu berarti bahwa satu atau yang pembalap lain harus kalah.

Premier Class (500cc, MotoGP) “Batting Averages”
Winning Percentage All Time (1949 to Present)
1 John Surtees 64.7% (22 of 34)
2 Giacomo Agostini 57.1% (68 of 119)
3 Mike Hailwood 56.9% (37 of 65)
4 Geoff Duke 40.0% (22 of 55)
5 Valentino Rossi 39.7% (79 of 199)
6 Mick Doohan 39.4% (54 of 137)
7 Gary Hocking 38.1% (8 of 21)
8 Kenny Roberts (Snr) 37.9% (22 of 58)
9 Casey Stoner 32.7% (33 of 101)
10 Freddie Spencer 32.3% (20 of 62)
Surtees dan Hocking tidak bisa memang menjadi patokan tapi persentase kemenangan 's Long John' dari 64,7% tidak akan terpecahkan oleh siapa pun sampai hari ini.
Winning Percentage All Time (1949 to Present)
1 John Surtees 64.7% (22 of 34)
2 Giacomo Agostini 57.1% (68 of 119)
3 Mike Hailwood 56.9% (37 of 65)
4 Geoff Duke 40.0% (22 of 55)
5 Valentino Rossi 39.7% (79 of 199)
6 Mick Doohan 39.4% (54 of 137)
7 Gary Hocking 38.1% (8 of 21)
8 Kenny Roberts (Snr) 37.9% (22 of 58)
9 Casey Stoner 32.7% (33 of 101)
10 Freddie Spencer 32.3% (20 of 62)
Surtees dan Hocking tidak bisa memang menjadi patokan tapi persentase kemenangan 's Long John' dari 64,7% tidak akan terpecahkan oleh siapa pun sampai hari ini.
Winning Percentage (“Modern Era” 1976 to Present)
1 Valentino Rossi 39.7% (79 of 199)
2 Mick Doohan 39.4% (54 of 137)
3 Kenny Roberts (Snr) 37.9% (22 of 58)
4 Casey Stoner 32.7% (33 of 101)
5 Freddie Spencer 32.3% (20 of 62)
6 Wayne Rainey 28.9% (24 of 83)
7 Jorge Lorenzo 26.5% (18 of 68)
8 Eddie Lawson 24.4% (31 of 127)
9 Kevin Schwantz 24.0% (25 of 104)
10 Barry Sheene 19.4% (19 of 98)
Secara singkat Rossi adalah satu-satunya pembalap terdepan di antara pengendara modern, tapi sejak pindah ke Ducati, performanya telah merosot. Jika dia tidak menang di salah satu dari dua balapan berikutnya, ia akan jatuh di belakang Doohan dalam tabel persentase. Kemungkinan berikutnya bisa Stoner. Sebuah sepeda kompetitif bisa menempatkan Rossi kembali di bagian atas dengan cepat, tapi itu tidak mungkin terjadi tahun ini dan akan lebih sulit dicapai jika dia tidak mendapatkan kemenangan selama 18 seri
1 Valentino Rossi 39.7% (79 of 199)
2 Mick Doohan 39.4% (54 of 137)
3 Kenny Roberts (Snr) 37.9% (22 of 58)
4 Casey Stoner 32.7% (33 of 101)
5 Freddie Spencer 32.3% (20 of 62)
6 Wayne Rainey 28.9% (24 of 83)
7 Jorge Lorenzo 26.5% (18 of 68)
8 Eddie Lawson 24.4% (31 of 127)
9 Kevin Schwantz 24.0% (25 of 104)
10 Barry Sheene 19.4% (19 of 98)
Secara singkat Rossi adalah satu-satunya pembalap terdepan di antara pengendara modern, tapi sejak pindah ke Ducati, performanya telah merosot. Jika dia tidak menang di salah satu dari dua balapan berikutnya, ia akan jatuh di belakang Doohan dalam tabel persentase. Kemungkinan berikutnya bisa Stoner. Sebuah sepeda kompetitif bisa menempatkan Rossi kembali di bagian atas dengan cepat, tapi itu tidak mungkin terjadi tahun ini dan akan lebih sulit dicapai jika dia tidak mendapatkan kemenangan selama 18 seri
All Time Podium Appearance Percentage (1949 to Present)
1 Wayne Rainey 77.1% (64 of 83)
2 Giacomo Agostini 73.9% (88 of 119)
3 Mike Hailwood 73.8% (48 of 65)
4 John Surtees 70.6% (24 of 34)
5 Valentino Rossi 69.8% (139 of 199)
6 Mick Doohan 69.3% (95 of 137)
7 Kenny Roberts (Snr) 67.2% (39 of 58)
8 Jorge Lorenzo 66.2% (45 of 68)
9 Phil Read 64.2% (34 of 53)
10 Eddie Lawson 61.4% (78 of 127)
Sebenarnya Valentino Rossi masih memiliki total start yang lebih banyak, namun tetap berada di peringkat 5 besar. Good. :)
1 Wayne Rainey 77.1% (64 of 83)
2 Giacomo Agostini 73.9% (88 of 119)
3 Mike Hailwood 73.8% (48 of 65)
4 John Surtees 70.6% (24 of 34)
5 Valentino Rossi 69.8% (139 of 199)
6 Mick Doohan 69.3% (95 of 137)
7 Kenny Roberts (Snr) 67.2% (39 of 58)
8 Jorge Lorenzo 66.2% (45 of 68)
9 Phil Read 64.2% (34 of 53)
10 Eddie Lawson 61.4% (78 of 127)
Sebenarnya Valentino Rossi masih memiliki total start yang lebih banyak, namun tetap berada di peringkat 5 besar. Good. :)
Podium Appearance Percentage (“Modern Era” 1976 to Present)
1 Wayne Rainey 77.1% (64 of 83)
2 Valentino Rossi 69.8% (139 of 199)
3 Mick Doohan 69.3% (95 of 137)
4 Kenny Roberts (Snr) 67.2% (39 of 58)
5 Jorge Lorenzo 66.2% (45 of 68)
6 Eddie Lawson 61.4% (78 of 127)
7 Casey Stoner 59.4% (60 of 101)
8 Dani Pedrosa 57.6% (57 of 99)
9 Wayne Gardner 51.0% (52 of 102)
10 Freddie Spencer 50% (31 of 62)
Pat Hennen 50% (12 of 24)
Jika Rossi tidak segera bersaing di baris terdepan, rekor ini pasti akan berdiri dalam waktu yang sangat lama. Lorenzo, Pedrosa, Stoner, mereka belum berjalan sejauh Rossi berjalan salam ini, perjalanan mereka masih sangat panjang, apapun bisa terjadi. :)
1 Wayne Rainey 77.1% (64 of 83)
2 Valentino Rossi 69.8% (139 of 199)
3 Mick Doohan 69.3% (95 of 137)
4 Kenny Roberts (Snr) 67.2% (39 of 58)
5 Jorge Lorenzo 66.2% (45 of 68)
6 Eddie Lawson 61.4% (78 of 127)
7 Casey Stoner 59.4% (60 of 101)
8 Dani Pedrosa 57.6% (57 of 99)
9 Wayne Gardner 51.0% (52 of 102)
10 Freddie Spencer 50% (31 of 62)
Pat Hennen 50% (12 of 24)
Jika Rossi tidak segera bersaing di baris terdepan, rekor ini pasti akan berdiri dalam waktu yang sangat lama. Lorenzo, Pedrosa, Stoner, mereka belum berjalan sejauh Rossi berjalan salam ini, perjalanan mereka masih sangat panjang, apapun bisa terjadi. :)
Menurut saya, rekor-rekor tersebut sudah cukup berbicara siapa The GOAT? :)
Teriakan jawaban kalian. :)
Teriakan jawaban kalian. :)
Label:
Ducati,
Fans,
MotoGP,
Rossi,
The Doctor,
Valentino Rossi
Rabu, 25 April 2012
Burgess : Sekarang Terserah Ducati
Jeremy Burgess, kepala mekanik Valentino Rossi menjelaskan bahwa semuanya sudah di utarakan oleh Valentino Rossi. Kelebihan atau kekurangan Desmosedici GP12 sudah dianalisis dengan baik oleh Valentino Rossi. Sekarang tinggal Ducati, apakah mau menuruti atau tidak.
"Sekarang terserah Ducati, dan apa yang saya liat adalah wajah kecewa dari Valentino.”
“Pembalap lain bisa menunjukkan bahwa mereka bisa lebih baik dari Valentino sekarang tetapi visi Valentino adalah untuk berada di barisan podium, sementara yang lain hanya melakukan sebaik yang mereka bisa dan memetik hasil yang layak. Valentino hanya fokus untuk podium”.
“Di Qatar, top speed Ducati menunjukkan jika Ducati menang di dalam trek lurus sejauh 200m, tetapi anda harus kehilangan 200m pertama yang artinya anda juga kehilangan banyak akselerasi di tikungan”.
“Ketika akhir tahun 1980 saya juga terlibat dengan top-speed Honda, dan kemudian kami pindah ke mesin 2 tak big bang pada tahun 1992 , dan kami kemudian berhasil mengatasinya sehingga akselerasi pada semua sektor dapat didapatkan”. (alasan kenapa Rossi lebih suka big bang)
“Di Qatar ketika Valentino mengeluhkan soal mesin, itu adalah pertanda bagus, karena ia tidak mengeluhkan masalah sasis. Untuk membuat motor yang baik anda perlu memaksimalkan baik ketika keluar masuk tikungan dan trek lurus antara tikungan. Trek lurus utama hanya ada satu kali dalam satu lap. Sisanya adalah di mana anda bisa membuat jarak atau melewati pembalap lain.”
Seperti yang kita ketahui, Ducati dan para kru kepercayaan Rossi terlibat perang urat syaraf. Ducati yang ingin mempertahankan filosofi mereka dan Valentino Rossi yang kecewa dengan pengembangan yang dilakukan Ducati.
Menarik untuk kita simak perubahan apa yang sudah dilakukan Ducati pada race akhir pekan nanti, mengingat Ducati sudah menyegel 2 mesin, padahal mereka baru saja memasuk race perdana.
Label:
Ducati,
Jerez,
MotoGP,
Rossi,
The Doctor,
Valentino Rossi
Sebuah Lucu-lucuan Valentino Rossi dan Graziano
Melihat Valentino Rossi di foto, hampir tidak bisa dipercaya melihat Rossi, tidak ada pakaian balap atau helm, tapi setelan jas hitam yang elegan, lengkap dengan dasi. Sebuah tampilan baru dan menarik dari Valentino Rossi, tapi itu bukan seragam tetapi Jas untuk seorang utusan dari program terkenal dari Italia 1.
Kali ini Rossi tidak menjawab pertanyaan wawancara, tetapi Rossi malah memberikan pertanyaan wawancara kepada ayahnya Graziano Rossi, untuk mengetahui sisi lain dari Graziano Rossi saat melihat anaknya(Rossi) tampil tidak memuaskan dan saran darinya untuk Valentino Rossi.
Valentino Rossi : Bagaimana anda melihat masa kesulitan ini?
Graziano: "Asumsi tertentu itu pasti akan ada jalan keluarnya."
Valentino Rossi : Asumsi apa?
Graziano : " Motor Ducati ini, itu yang bisa saya katakan. Tekanan yang dimiliki Valentino saat ini lebih dari sebelumnya. Dengan sedikit keberuntungan itu akan keluar sekitar pertengahan musim, atau bahkan mungkin sebelumnya."
Valentino Rossi : Mengapa masih tidak mendapatkan hasil yang diinginnkan?
Graziano : "Mengapa memulainya dengan motor yang benar-benar baru. Hari ini, semua pabrikan terus berkembang. Saya tidak melihat mengapa Valentino, yang telah menempatkan 3 lainnya, 4 atau 5 motor, dengan mana ia dapat berdiri seperti sekarang, tidak bisa kompetitif dengan orang-orang Ducati ".
Valentino Rossi : Apa yang harus pria lakukan untuk membuat motor ini lebih mudah untuk naik Ducati untuk Valentino?
Graziano : "Mesin harus lebih mudah digunakan dan distribusi berat yang mengoreksi masalah understeer"
Valentino Rossi : Apakah maksudnya untuk Filippo Preziosi, jiwa Ducati?
Graziano : "Saya ingin memuji dia karena mesin ini sangat kuat. Saya akan mengatakan bahwa hari ini adalah sangat penting bagi driveability dari mesin, bukan kinerja absolut. "
Valentino Rossi: Tapi apakah Anda sudah memberikan saran atau mengatakan sesuatu kepada Valentino?
Graziano : (tertawa) "Hari ini adalah penentuan bahkan lebih dari sebelumnya untuk mendirikan race di semua musim di sini. Dibutuhkan suatu keyakinan mutlak dan komitmen yang maksimal. Meskipun hal-hal tidak berjalan dengan baik, jika ia harus menyerah, saya katakan sama sekali tidak, itu bukan waktu untuk menyerah. "
Valentino Rossi: Jadi apa yang Anda katakan kepada orang-orang yang mengatakan bahwa Valentino tidak memiliki keinginan untuk menjalankan atau tidak lagi cocok karena motivasi sudah tua?
Graziano : "Selalu ada bagian dari orang-orang yang dekat dengan Valentino dan akan selalu ada mereka yang akan berdiri melawan dia, ini juga terjadi ketika ia memenangkan 12 atau 14 tahun selama balapan. Jadi, orang-orang tidak bisa tidak mengatakan melainkan membuktikannya di trek. "
Valentino Rossi : Bagaimana Ducati dan Valentino yang ditunggu-tunggu oleh semua belum berhasil memenangkan lomba?
Graziano : "Karena sepeda adalah tantangan teknis dari departemen balap Ducati dan jika berhasil akan menjadi indah. Sayangnya dengan sepeda yang tidak bisa memenangkan siapa pun, karena jika telah terjadi pembalap yang bisa menang, apa yang akan menjadi yang pertama untuk Valentino. "
Valentino Rossi: Jadi lebih baik Valentino pergi dari Ducati?
Graziano : "Valentino tidak bisa menyerah untuk saat ini. Ini merupakan tantangan yang mutlak harus menang Valentino bersama dengan Ducati. "
Valentino Rossi : Apa yang Anda pikir akan terjadi sekarang bahwa Ducati itu dibeli dari Audi? Mungkin hal yang baik bagi masa depan Ducati di MotoGP dan Valentino?
Graziano : "Saya pasti berpikir begitu. Jika bukan tahun ini, pasti tahun depan ".
Valentino Rossi : Jadi, bagaimana untuk keluar sekarang?
Graziano : "Kami memiliki kesabaran sesaat."
Valentino Rossi : Apa yang Anda katakan kepada fans yang ingin kembali tantangan lama dengan Biaggi di World Superbike?
Graziano : "Apa Superbike adalah sebuah proyek yang mendapat perhatian besar dari Valentino, ada mungkin masih 2, 3 atau 4 tahun di MotoGP sebelum Anda(Rossi) bisa berlaga di Superbike."
Valentino Rossi : Terima kasih. Valentino Salutaci ketika Anda melihatnya.
Label:
Ducati,
MotoGP,
Rossi,
The Doctor,
Valentino Rossi,
Wawancara
Valentino Rossi Yakin Pengetahuan Tes Pra Musim di Jerez Akan Banyak Membantu
Valentino Rossi berharap tes pra-musim di Jerez akan memberikan Ducati dengan dasar setup yang lebih baik dan akan menjadi kunci membalikkan keadaan di Jerez akhir pekan ini. Mengingat pada balapan perdana Valentino Rossi mendapatkan masalah yang sangat buruk.
Setelah tampil mengecewakan tahun lalu dengan Ducati, Rossi dan Ducati memulai seri 2012 dengan harapan baru, namun harapan tersebut gagal total setelah Rossi finish urutan 10, di belakang rekan satu timnya bekerja Nicky Hayden dan Ducati Pramac milik Hector Barbera.
"Pada akhir tes tiga hari di bulan Maret, kami telah menemukan setup yang layak untuk GP12, jadi kami memiliki basis yang tepat untuk memulai balapan ini karena kami sudah mempersiapkan motor untuk lomba," kata Rossi.
"Ini akan sangat penting untuk bekerja dengan baik selama sesi latihan Jumat dan Sabtu, dengan fokus utamanya pada mempertahankan arah yang baik dan mengambil keuntungan dari apa yang kita miliki untuk meneruskan pekerjaan kami."
"Saya selalu menyukai sirkuit Jerez , dan kita tentu harus berusaha untuk berbuat lebih baik daripada di Qatar."
Ducati Vittoriano Guareschi manajer tim Rossi, mengatakan tujuannya adalah untuk mengambil keuntungan dari pekerjaan pengujian untuk memberikan juara tujuh kali dengan titik awal yang lebih baik.
"Kami kembali ke Jerez sebulan setelah tes musim dingin di sana, jadi kita harus menemukan kondisi yang sangat mirip. Perlombaan pertama, di Qatar, sangat sulit bagi Valentino, karena kami tidak menemukan setup dengan baik dan tidak memberika dia(Rossi) merasa nyaman di motor."
"Di Spanyol, dengan mengambil keuntungan dari pekerjaan yang kita kerjakan di sana pada bulan Maret, kita akan berfokus pada membantu dia kembali menemukan perasaan yang baik."
Label:
Ducati,
Jerez,
MotoGP,
Rossi,
The Doctor,
Valentino Rossi
Selasa, 24 April 2012
Rekor Valentino Rossi Tahun 2001 Ingin Dipecahkan Lorenzo
Rekor 3 kemenangan berturut-turut di awal musim diraih Valentino Rossi pada tahun 2001, ketika itu Valentino Rossi mencetak 3 kemenangan perdananya di kelas 500cc secara beruntun. Prestasi ini belum ada yang memecahkan atau menyamai hingga sekarang.
Pembalap favorit juara tahun 2012, Jorge Lorenzo, sangat tertarik untuk dapat menyamai pencapaian Rossi untuk meraih setidaknya 2 kemenangan terlebih dahulu secara beruntun. Sehingga, target selanjutnya yaitu mencetak 3 kemenangan beruntun dan menyamai pencapaian Rossi yang belum terpecahkan hingga sekarang akan lebih mudah terealisasikan.
Sudah 11 tahun berlalu, tanpa ada yang mampu menyamai rekor tersebut, rasanya memang cukup membuat banyak pembalap penasaran. Tak terkecuali Lorenzo. Casey Stoner yang juga sempat mendominasi di tahun 2007, gagal memecahkan rekor tersebut.
Tahun ini Lorenzo mempunyai kesempatan besar untuk menyamai prestasi Rossi tersebut. Semuanya masih mungkin. Race MotoGP akan digelar di Jerez, Spanyol (29/4) mendatang.
Ngimpi, :p
Pembalap favorit juara tahun 2012, Jorge Lorenzo, sangat tertarik untuk dapat menyamai pencapaian Rossi untuk meraih setidaknya 2 kemenangan terlebih dahulu secara beruntun. Sehingga, target selanjutnya yaitu mencetak 3 kemenangan beruntun dan menyamai pencapaian Rossi yang belum terpecahkan hingga sekarang akan lebih mudah terealisasikan.
Sudah 11 tahun berlalu, tanpa ada yang mampu menyamai rekor tersebut, rasanya memang cukup membuat banyak pembalap penasaran. Tak terkecuali Lorenzo. Casey Stoner yang juga sempat mendominasi di tahun 2007, gagal memecahkan rekor tersebut.
Tahun ini Lorenzo mempunyai kesempatan besar untuk menyamai prestasi Rossi tersebut. Semuanya masih mungkin. Race MotoGP akan digelar di Jerez, Spanyol (29/4) mendatang.
Ngimpi, :p
Ngimpi, :p
Label:
Jerez,
Lorenzo,
MotoGP,
Rossi,
The Doctor,
Valentino Rossi
Langganan:
Postingan (Atom)
























